Alankanews.com,Mukomuko--Pemerintah Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, tengah fokus pada pembangunan sarana dan prasarana penunjang untuk mengentaskan kerawanan pangan di dua desa yang masuk dalam kategori rentan, yakni Desa Lubuk Selandak di Kecamatan Teramang Jaya dan Desa Gajah Makmur di Kecamatan Malin Deman, Kamis (16/01/2025).
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mukomuko, Elxandi Utria, menyampaikan bahwa langkah-langkah untuk mengatasi kerawanan pangan di kedua desa tersebut sudah dipaparkan kepada sejumlah instansi teknis terkait.
“Kami telah memaparkan langkah-langkah dan mengeluarkan rekomendasi kepada instansi teknis untuk membangun fasilitas yang dibutuhkan di kedua desa tersebut,” ujar Elxandi.
Menurut data yang ada, kedua desa tersebut termasuk dalam peta kerentanan pangan yang diukur berdasarkan tiga aspek utama: ketersediaan pangan, akses terhadap pangan, dan pemanfaatan pangan. Aspek pertama melibatkan rasio luas lahan baku pertanian terhadap jumlah penduduk desa. Akses pangan ditentukan oleh jumlah sarana ekonomi atau penyedia pangan serta kondisi aksesibilitas wilayah. Sedangkan pemanfaatan pangan berhubungan dengan ketersediaan air bersih dan rasio penduduk terhadap tenaga kesehatan.
Elxandi menekankan bahwa salah satu upaya penting adalah pembangunan infrastruktur penghubung untuk meningkatkan kesejahteraan warga.
“Tahun ini, fokus kami adalah pembangunan jembatan penghubung di Desa Lubuk Selandak. Dengan jembatan ini, diharapkan desa tidak lagi terisolasi dari wilayah lain,” tambahnya.
Selain itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko juga akan meningkatkan pemerataan tenaga kesehatan di kedua desa tersebut untuk memperbaiki pelayanan kesehatan masyarakat. Sementara itu, Dinas Pertanian diminta untuk mengembangkan lahan tanaman pangan di Desa Lubuk Selandak dan Desa Gajah Makmur guna memastikan ketersediaan pangan yang cukup.
Melalui berbagai program ini, Pemerintah Kabupaten Mukomuko berharap kedua desa tersebut dapat segera keluar dari kategori rentan rawan pangan.
“Kami mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mendukung pengentasan masalah ini demi kesejahteraan masyarakat,” tutup Elxandi.
Penulis : Elvina Rosa
Editor : Andrini Ratna Dilla