Alankanews.com,Kota Bengkulu--Pemerintah Kota Bengkulu memastikan bahwa harga beli gabah di wilayah tersebut sudah sesuai dengan harga pembelian pemerintah (HPP) yang telah ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bengkulu, Adriansyah, Jumat (07/02/2025).
Menurut Airinsyah, setelah melakukan pengecekan langsung di lapangan, harga gabah saat ini di Kota Bengkulu berada di angka Rp6.600 per kilogram, yang artinya sudah sedikit lebih tinggi dari HPP yang ditetapkan pemerintah. Meskipun selisihnya tidak terlalu signifikan, harga gabah tersebut sudah sesuai dengan standar yang diinginkan.
" Kami sudah turun ke lapangan mengecek harga gabah. Saat ini berada di posisi Rp6.600 per kilogram, artinya sudah di atas HPP, meskipun selisihnya tidak terlalu signifikan," ujar Adriansyah.
Namun demikian, Pemkot Bengkulu tetap berkomitmen untuk memastikan bahwa seluruh transaksi gabah di wilayah tersebut sesuai dengan aturan yang berlaku. Jika ditemukan adanya penjualan gabah dengan harga di bawah HPP, pihak Pemkot Bengkulu tidak akan segan memberikan tindakan tegas.
"Kami akan terus melakukan pengawasan di lapangan. Jika ada yang menjual di bawah HPP, akan ada mekanisme dari tim kami, dan sanksi tegas akan diberikan kepada pihak yang melanggar," tegasnya.
Langkah tersebut diambil untuk melindungi petani dari potensi penurunan harga yang tidak wajar, sekaligus memastikan kebijakan pemerintah pusat berjalan efektif di tingkat daerah.
Sebagai informasi, sebelumnya pemerintah pusat melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) menetapkan harga HPP Gabah Kering Panen tingkat petani sebesar Rp6.500 per kilogram. Kebijakan ini tertuang dalam Keputusan Kepala Bapanas Nomor 14 Tahun 2025 dan menggantikan aturan sebelumnya. Selain itu, kebijakan tersebut juga menghapuskan rafaksi harga gabah yang selama ini menjadi kendala bagi petani dalam menjual hasil panennya.
Dengan penetapan HPP yang lebih tinggi, diharapkan dapat melindungi kesejahteraan petani serta mendorong produktivitas pertanian guna mempercepat tercapainya swasembada pangan.
Penulis : Aisyah Aprielia Lupti
Editor : Andrini Ratna Dilla