Pendaki Asal Kabupaten Seluma Meninggal Dunia Akibat Hipotermia di Gunung Dempo

Pendaki Asal Seluma Meninggal Karena Hipotermia di Gunung Dempo, Sabtu (04/01/2025).Foto:Septon/Alankanews.com

Alankanews.com,Seluma—Seorang pendaki asal Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu, Deko Avriansya (22), meninggal dunia akibat hipotermia saat mendaki Gunung Dempo, Kabupaten Pagar Alam, Sumatera Selatan, Jumat (03/01/2025) Kemarin.

Korban bersama rombongan memulai pendakian pada 31 Desember 2023 dengan tujuan menikmati malam pergantian tahun di puncak Gunung Dempo. Namun, perjalanan berakhir tragis setelah Deko mengalami gejala hipotermia di tengah cuaca ekstrem yang melanda kawasan gunung tersebut.

Deddi Mukti, perwakilan dari Balai Registrasi Gunung Dempo, menjelaskan bahwa cuaca yang tidak bersahabat menjadi salah satu faktor penyebab insiden tersebut.

"Korban menunjukkan tanda-tanda hipotermia seperti menggigil hebat dan kehilangan kesadaran. Tim kami sudah berupaya memberikan pertolongan pertama, namun nyawa korban tidak tertolong," ujar Deddi

Menurut keterangan Deddi, pendakian korban dan kelompoknya telah terdaftar secara resmi di Balai Registrasi. Namun, mereka tidak sepenuhnya mempersiapkan perlengkapan untuk menghadapi kondisi cuaca ekstrem yang sering terjadi di puncak gunung pada akhir tahun.

Tim SAR Gunung Dempo segera mengevakuasi jenazah korban setelah menerima laporan dari kelompok pendakian.

"Kami mengimbau para pendaki untuk selalu mempersiapkan diri secara maksimal, termasuk memantau kondisi cuaca dan membawa perlengkapan yang memadai untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," tambah Deddi.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya keselamatan dalam aktivitas pendakian gunung, terutama di tengah perubahan cuaca yang sulit diprediksi. Jenazah Deko Avriansya telah dipulangkan ke Kabupaten Seluma untuk dimakamkan oleh pihak keluarga. Deddi Mukti, Tim Penyelamatan Balai Registrasi Gunung Dempo menyatakan.

"Kami sudah memberikan peringatan kepada para pendaki terkait cuaca ekstrem di Gunung Dempo. Sayangnya, kondisi korban sudah terlalu parah saat ditemukan. Kami harap ini menjadi pelajaran bagi semua pendaki untuk lebih berhati-hati." Tutupnya.

Penulis : Septon

Editor : Andrini Ratna Dilla