Penyaluran Pupuk Bersubsidi di Bengkulu Capai 85% pada 2024, Sisa Pupuk Akan Dialokasikan ke 2025

Ketua Tim Kerja Seksi Pupuk dan Alsintan Dinas TPHP Provinsi Bengkulu, Destriana, di Bengkulu, Sabtu (18/01/2025).Foto:Aisyah/Alankanews.com

Alankanews.com,Provinsi Bengkulu--Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Provinsi Bengkulu mencatatkan realisasi penyaluran pupuk bersubsidi pada tahun 2024 mencapai 58 ribu ton, atau sekitar 85% dari total alokasi yang ditetapkan sebanyak 68 ribu ton. Hal ini disampaikan oleh Ketua Tim Kerja Seksi Pupuk dan Alsintan Dinas TPHP Provinsi Bengkulu, Destriana, Sabtu (18/01/2025).

Menurut Destriana, penyaluran pupuk bersubsidi selama 2024 meliputi tiga jenis pupuk. Pupuk Urea disalurkan sebanyak 20 ribu ton, yang tercatat mencapai 77,77% dari alokasi yang ada. Sementara itu, pupuk NPK telah disalurkan sebanyak 37 ribu ton, atau sekitar 89,19% dari total alokasi. Namun, pupuk NPK dengan formula khusus belum terealisasi sepenuhnya hingga akhir tahun 2024.

Meski ada sebagian pupuk yang belum terdistribusi, Destriana memastikan bahwa sisa pupuk bersubsidi tersebut akan dialokasikan kembali pada tahun anggaran 2025. 

"Sisa pupuk yang belum tersalur pada 2024 akan segera dialokasikan untuk tahun 2025, agar dapat disalurkan kepada petani yang membutuhkan," ujarnya.

Pada tahun 2025, alokasi pupuk bersubsidi yang disiapkan untuk Provinsi Bengkulu terdiri dari 33.725 ton untuk pupuk Urea, 48.344 ton untuk pupuk NPK, serta 2 ton untuk pupuk NPK formula khusus yang hanya dialokasikan di Kabupaten Bengkulu Tengah. Dengan adanya alokasi pupuk ini, diharapkan dapat mendukung sektor pertanian yang terus berkembang serta meningkatkan kesejahteraan petani di provinsi tersebut.

Destriana juga menambahkan bahwa penyaluran pupuk yang tepat sasaran akan mendukung produktivitas pertanian dan meningkatkan hasil pertanian di Bengkulu, sehingga dapat memenuhi kebutuhan pangan lokal maupun nasional. Keberhasilan penyaluran pupuk ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi para petani dalam mengoptimalkan hasil pertanian mereka.

Penulis : Aisyah Aprielia Lupti

Editor : Andrini Ratna Dilla