Alankanews.com,Bengkulu--Pengerukan alur Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu, yang telah mengalami pendangkalan kronis, masih belum menemukan solusi hingga awal tahun 2025. Meskipun ada rencana untuk melakukan kolaborasi antara PT Pelindo dan pelaku usaha pengguna pelabuhan melalui sistem joint venture company, perdebatan mengenai harga pengerukan masih terus berlangsung, Rabu (01/01/2024).
Menurut perhitungan PT Pelindo, dibutuhkan anggaran sebesar Rp 210 miliar untuk pengerukan alur, sementara pelaku usaha hanya memperkirakan biaya sekitar Rp 100 miliar. Asisten II Setdaprov Bengkulu, RA Denni SH MH, menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi Bengkulu akan kembali menggelar rapat bersama PT Pelindo, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), serta pelaku usaha untuk menentukan nilai harga pengerukan tersebut.
"Rapat akan digelar untuk meminta mereka menyampaikan dengan jelas kebutuhan anggaran untuk pengerukan alur Pelabuhan Pulau Baai, Selain biaya pengerukan, rapat juga akan membahas siapa yang akan bertanggung jawab dalam pengerukan tersebut agar pekerjaan bisa segera dilaksanakan." ujar Denni.
Perdebatan mengenai biaya pengerukan ini sudah berlangsung sejak Oktober 2024, namun belum ada kesepakatan. Pemprov bahkan telah melibatkan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk menghitung nilai tarif pengerukan, namun hingga kini belum ada balasan dari BPKP pusat.
Denni juga menambahkan bahwa Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sebagai pihak yang memiliki kewenangan pengerukan alur tidak memiliki anggaran untuk menyelesaikan masalah ini.
"Kemenhub tidak memiliki anggaran untuk pengerukan alur,Selain itu, status alur Pelabuhan Pulau Baai juga belum ditetapkan oleh Kemenhub, meskipun rapat bersama Kemenhub dan PT Pelindo telah dilakukan." jelasnya.
Denni menegaskan bahwa kondisi alur Pelabuhan Pulau Baai saat ini sangat memprihatinkan karena kedalamannya hanya mencapai minus 2 meter LWS. Ia berharap, setelah rapat yang dipimpin oleh Plt Gubernur, solusi cepat dapat ditemukan untuk mengatasi masalah pengerukan alur tersebut.
Penulis : Aisyah Aprielia Lupti
Editor : Andrini Ratna Dilla