Pria Asal BU Kena Tipu hingga Ratusan Juta Rupiah

Seorang Pria asal Kabupaten Bengkulu Utara tertipu ratusan juta rupia, Jumat (15/12)/(Foto:Beta)

Alankanews.com, Bengkulu-- Kasus dugaan penipuan penerimaan calon Bintara Polri Polda Bengkulu tahun 2023 kembali mencuat di Bengkulu. 

Seorang Pria asal Kabupaten Bengkulu Utara berinisial Y (21) tertipu ratusan juta rupia  yang dilakukan seorang oknum terkait rekrutmen calon Bintara Polri. 

Awalnya penipuan bermula saat ia ingin menggapai cita-citanya, ia gagal mengikuti tes penerimaan Bintara Polri di Polda Bengkulu. Saat itu, ia mengaku sudah menyetorkan uang hingga Rp 750 juta rupiah.

Sesaat setelah kegagalan tersebut, Ayah Y bertemu dengan tetangganya berinisal KA. Mendengar cerita Ayahnya tersebut, Ayahnya diiming-imingi bahwa anaknya bisa lulus tes bintara Polri lewat bantuan seorang kenalannya.

"Dari rekomendasi tetangga, ayah saya bertemu dengan terlapor berinisial SN. Saat itulah terlapor mengaku bisa membantu meluluskan dengan jalur khusus. Pada saat itu terlapor meminta sejumlah uang sebesar Rp 600 juta, dengan nominal tersebut ayah saya setuju dan memberikan uang tersebut dengan bertahap. ," ungkap Y Jumat (15/12).

Adapun Uang yang diberikan oleh keluarga Y kepada SN lebih dari tiga kali. Dua kalinya diberikan kepada istri terlapor berinisial BE.

"saat itu SN mengatakan bahwa uang itu masih kurang. SN kembali meminta uang kepada orang tua saya sebesar Rp 150 juta. Jadi total keseluruhan uang yang diserahkan sebesar Rp 750 juta," ujar Y.

Sedangkan Y baru menyadari aksi penipuan tersebut saat melihat surat kelulusan yang diberikan oleh SN kepada dirinya, ia merasa janggal dengan penomoran surat kelulusan tersebut.

"Saya diberikan surat lulus layaknya peserta tes pada umumnya. Dari surat itu saya mengetahui bahwa itu penipuan. Sebab, surat yang diberikan terlapor kepada saya agak janggal pada penomoran suratnya. Setelah saya konsultasikan ke teman kakak saya yang anggota polisi, barulah tahu itu penipuan," sambung Y.

Setelah melakukan konsultasi dengan keluarga dan selang beberapa hari setelah mengetahui bahwa itu penipuan, Y  diajak oleh teman kakaknya yang polisi untuk melapor SN ke Polda Bengkulu.

 

Reporter : Beta Kurnia

Editor : Aisyah Oktavia