PUPR Mukomuko: Penanganan Erosi Sungai Selagan dan Manjuto Butuh Anggaran Puluhan Miliar

Erosi Sungai, di Mukomuko, Senin (20/01/2025).Foto:Elvina/Alankanews.com

Alankanews.com,Mukomuko--Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, mengungkapkan bahwa penanganan erosi yang terjadi di dua daerah aliran sungai (DAS) Selagan dan Manjuto, yang mengancam pemukiman penduduk, membutuhkan anggaran hingga puluhan miliar rupiah, Senin 920/01/2025).

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mukomuko, Apriansyah, mengatakan bahwa Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VII telah mengajukan anggaran untuk penanganan masalah ini ke kementerian, namun hingga saat ini, penanganan erosi tersebut belum dapat dilaksanakan segera.

"Kami terus berkoordinasi dengan BWSS, dan penanganan tanggul ini memang sangat mendesak, karena anggaran untuk menangani erosi di Sungai Manjuto, tepatnya di Desa Lubuk Gedang, bisa mencapai puluhan miliar rupiah, begitu juga di Pondok Batu," ujarnya.

Apriansyah menjelaskan bahwa anggaran yang dibutuhkan untuk penanganan erosi ini cukup besar karena panjangnya bantaran sungai yang harus ditangani di masing-masing lokasi.

Pihaknya, menurut Apriansyah, akan terus memantau situasi dan berharap ada kemajuan dalam penanganan erosi sungai yang dapat mengancam permukiman warga ini.

Sementara itu, Kepala Desa Pondok Batu, Kecamatan Kota Mukomuko, Joni Susandra, mengungkapkan bahwa hingga saat ini pihaknya belum mendapat informasi terkait realisasi pembangunan tanggul pengaman Sungai Selagan yang rusak akibat erosi.

"Belum ada informasi terkait pembangunan tanggul dan jembatan di sepanjang jalan provinsi ini. Masyarakat sangat berharap agar ada realisasi pembangunannya tahun ini," ujar Joni.

Dia juga menambahkan bahwa kerusakan tanggul pengaman Sungai Selagan akibat erosi berpotensi membahayakan jalan provinsi dan permukiman penduduk setempat. Saat ini, jarak antara Sungai Selagan dan tepi jalan provinsi hanya sekitar dua meter. Jika erosi terus meluas, bisa mengancam kelancaran aktivitas warga dan memutuskan akses jalan utama.

"Saat ini, jika erosi terus melebar ke jalan, bisa saja jalan provinsi terputus, yang tentunya akan mengganggu mobilitas warga," tutup Joni.

Kasus erosi ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah, mengingat dampaknya yang cukup besar terhadap kehidupan masyarakat setempat.

Penulis : Elvina Rosa

Editor : Andrini Ratna Dilla