Rutan Kelas IIB Bengkulu Gelar Senam Pagi dan Pembacaan Catur Dharma untuk Warga Binaan

Rutan Kelas IIB Bengkulu Gelar Senam Pagi, di Bengkulu, Jumat (24/01/2025).Foto:Aisyah/Alankanews.com

Alankanews.com,Bengkulu--Untuk mendukung kesehatan fisik dan membentuk karakter positif, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bengkulu menggelar kegiatan senam pagi dan pembacaan Catur Dharma bagi warga binaan. Kegiatan yang dilaksanakan di lapangan olahraga Rutan ini diikuti dengan antusias oleh para warga binaan yang berpartisipasi aktif dalam kedua aktivitas tersebut, Jumat (24/01/2025).

Kegiatan dimulai dengan senam pagi yang dipandu oleh instruktur senam profesional. Warga binaan melakukan pemanasan ringan diikuti dengan berbagai gerakan senam yang bertujuan untuk meningkatkan kebugaran fisik mereka. Senam ini diselenggarakan untuk memberikan semangat dan menjaga kesehatan tubuh, sehingga warga binaan tetap dalam kondisi fisik yang baik.

Setelah senam, acara dilanjutkan dengan pembacaan Catur Dharma, yang merupakan bagian dari pembinaan mental dan moral bagi warga binaan. Pembacaan ini bertujuan untuk mengingatkan mereka tentang nilai-nilai luhur dalam kehidupan serta mendorong mereka untuk menjalani proses rehabilitasi dengan semangat yang lebih positif.

Kepala Rutan Bengkulu, Yulian Fernando, menjelaskan bahwa kedua kegiatan ini adalah bagian dari upaya Rutan untuk mendukung pembinaan jasmani dan rohani bagi warga binaan. 

“Kegiatan seperti ini sangat penting untuk menjaga keseimbangan antara kesehatan fisik dan mental, serta mendukung proses rehabilitasi yang lebih menyeluruh,” ujar Yulian.

Antusiasme warga binaan sangat terlihat dalam kegiatan tersebut. 

 “Senam pagi membuat kami merasa lebih bugar dan segar. Pembacaan Catur Dharma juga memberikan kami banyak pelajaran untuk terus menjaga sikap positif dan menjalani hari dengan semangat.” ujar Salah Satu Warga Binaan.

Kegiatan senam pagi dan pembacaan Catur Dharma ini merupakan wujud komitmen Rutan Bengkulu dalam menjalankan pembinaan yang holistik bagi warga binaan, dengan harapan mereka dapat menjalani proses rehabilitasi dengan lebih baik dan membawa perubahan positif dalam kehidupan mereka setelah bebas nanti.

Penulis : Aisyah Aprielia Lupti

Editor : Andrini Ratna Dilla