Sekilas Latar Belakang Provinsi Bengkulu, Isnan Fajri Harapkan Ini

Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Isnan Fajri, S.Sos., M.Kes., mengatakan, Provinsi Bengkulu penduduknya sekitar 2,1 juta jiwa sedangkan APBD sebanyak 3 Triliun, Sabtu (24/02)/(FotoAnnisa)

Alankanews.com, Bengkulu-- Berbagai upaya yang dilakukan demi untuk kemajuan di Provinsi Bengkulu, Sabtu (24/02).

Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Isnan Fajri, S.Sos., M.Kes., mengatakan, Provinsi Bengkulu penduduknya sekitar 2,1 juta jiwa sedangkan APBD sebanyak 3 Triliun, dari 3 Triliun itu PAD 1 Triliun, 2 Triliunnya bergantung dengan TKDD ini situasi dan kondisinya di Bengkulu.

"Dalam 3 Triliun itu kita sudah melewati ambang batas terhadap belanja pegawai hampir 35 persen. Situasi dan kondisi infrastruktur dasar yang memang ada beberapa yang belum memenuhi mandatoris sebagaimana diisyaratkan Kementerian Lembaga Pemerintah Pusat," jelas Isnan Fajri, Sabtu (24/02).

"Makanya berbagaicara untuk mengupayakan, karena kalau kita mengandalkan APBD itu pembangunan di Provinsi Bengkulu sangat lambat, angka kemiskinan di Provinsi Bengkulu masih diatas angka kemiskinan Nasional sekitar 14 persen. Memang angka pengangguran kita tergolong rendah dibawah angka pengangguran Nasional, tapi kami belum bisa berbangga dengan komdisi itu karena angkatan kinerja kita itu ternyata banyak bekerja disektor informal, makanya anomali angka kemiskinan tinggi, sedangkan angka pengangguran rendah," tambahnya.

Infrastruktur dasar itu merupakan kebutuhan kita sebagaimana diketahui, dari tahun 2020 sampai dengan tahun 2022 kita fokus menangani masalah covid19, hampir semua anggaran kita digunakan untuk permasalahan covid19 ini. Artinya di Provinsi Bengkulu tidak melakukan pembangunan infrastruktur selama itu. Kita fokus sesuai dengan kebijakan direfokusing untuk penanganan covid19.

"Kita mulai membangun kembali ditahun 2023, dan ditahun 2024 ini kita kembali lagi fokus penyelenggaraan Pemilu serentak, relatif infrastruktur dasar lambat sekali. Sementara kebijakan Nasional di Provinsi Bengkulu hampir tidak ada, sehingga proyek strategis Nasional adanya jalan tol, itupun sirip bukan jalan jalur utama dan ini sekarang terhenti karena adanya kebijakan nasional seperti pembangunan ibukota negara yang baru dan lainnya," lanjutnya.

Yang siripnya ini setelah tahun 2024 ini tahun 2025 diharapkan sudah berjalan, karena ini adalah infrastruktur yang ikut merubah nasib perekonomian Provinsi Bengkulu. Karena Provinsi Bengkulu ini letaknya seperti kantong letak geografisnya, bukan  lintasan utama seperti Provinsi lain, ini jalur tersendiri.

"Provinsi Bengkulu sangat membutuhkan uluran tangan dari pusat dalam rangka dalam bentuk apapun, terima dalam bentuk bangunan jadi, dalam bentuk penganggaran apapun itu sangat kita harapkan," tuturnya.

"Terkait dengan pelayanan dasar pendidikan dan kesehatan benar-benar ada perubahan. Ini bukan sekedar keinginan tapi benar-benar kebutuhan untuk Provinsi Bengkulu," pungkasnya.

 

 

Penulis : Annisa Putri Khafifa

Editor : Beta Kurnia