Alankanews.com - Seniman Kota Bengkulu, Suchenk Bae, menyambut positif rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu untuk menata kawasan Jalan S. Parman sebagai kawasan seni, mirip dengan konsep yang ada di Surabaya. Namun, ia menekankan Kota Bengkulu harus menawarkan nilai tambah, baik dari sisi infrastruktur maupun pengelolaan wisata yang lebih tertata.
"Konsep ini bagus, tapi harus ada nilai unik yang ditawarkan Kota Bengkulu. Jangan hanya meniru, tapi harus ada ciri khas kita sendiri," ujar Suchenk Bae, (10/3/2025).
Nilai yang dapat dijual Kota Bengkulu, menurutnya adalah kawasan wisata dan event seperti wisata Benteng Malborough, dan Pantai Panjang serta event Festival Tabut.
Selain itu Ia juga menyoroti keterbatasan yang dihadapi seniman, termasuk dirinya, dalam hal alat penunjang pertunjukan seni.
"Banyak seniman kontemporer, termasuk saya, yang terkendala alat ketika hendak tampil. Misalnya, alat musik atau peralatan pendukung lainnya. Jadi, rencana ini harus diikuti dengan fasilitas yang memadai untuk mendukung kreativitas seniman," tambahnya.
"Kami berharap Pemkot tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memastikan bahwa seniman dan masyarakat bisa memanfaatkan ruang ini dengan baik. Ini adalah kesempatan besar untuk memajukan seni dan budaya di Bengkulu," harapnya.
Rencana penataan kawasan Jalan S. Parman ini merupakan bagian dari upaya Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, untuk memoles wajah Kota Bengkulu menjadi lebih menarik. Selain kawasan Bundaran Fatmawati dan Taman Smart City, Jalan S. Parman menjadi fokus utama.
Khususnya, trotoar di sepanjang Jalan S. Parman, terutama di depan Rumah Sakit Harapan Dan (RSHD), akan direnovasi. "Trotoar di Jalan S. Parman akan diratakan sehingga terlihat lebih luas. Rencananya akan dipasang lampu hias untuk mempercantik kawasan tersebut," jelas Dedy Wahyudi.
Wali Kota juga menggambarkan visinya untuk menjadikan Jalan S. Parman sebagai pusat kegiatan ekonomi dan tempat berkumpulnya anak muda. Di sepanjang Jalan S. Parman nanti rencananya dibuat seperti ala Malioboro.
"Ini akan menjadi pusat kegiatan ekonomi dan tempat kumpul anak-anak muda. Kita akan bangun trotoar yang bagus agar kota kita terlihat maju. Lampu taman dan lampu hias akan dipasang sehingga malam hari kawasan ini terlihat indah dan wajah kota berubah," ujar Dedy.
Reporter : Aisyah Aprielia Lupti
Editor : Andrini Ratna Dilla