Alankanews.com,Bengkulu Selatan-- Masyarakat lakukan penanaman pohon pisang di dalam lubang di tengah jalan 2 jalur Desa Padang Serasan Kecamatan Pino Raya Kabupaten Bengkulu Selatan (BS), Kamis (03/10/2024).
Penanaman pohon pisang tersebut dilakukan masyarakat lantaran mereka keluhkan lubang besar yang ada di tengah jalan yang dapat membahayakan pengguna jalan, dan untuk menghindari terjadi korban kecelakaan lalu lintas (Lakalantas).
Selain itu salah satu warga setempat Nona (25), mengatakan tujuan dari ditanamnya pohon pisang sebagai penanda bagi pengendara yang melintas. Sebab diperkirakan ada belasan lubang yang berada di jalan tersebut.
"Sebelumnya jalan ini sudah ditambal pada bulan April dan akhir Juni lalu, tetapi kini kembali rusak sejak tiga bulan terakhir ini," ujar Nona.
Dialanjut Nona, sebelumnya, lubang di jalan tersebut telah memakan korban lakalantas. Bahkan korban lakalantas ada yang mengalami luka biasa dan ada juga yang sampai dirawat ke rumah sakit. Dan warga sudah menambal jalan tersebut dengan bahan seadanya, tetapi tidak bertahan lama.
"Karena warga khawatir mulai menambal dengan bahan seadanya, akan tetapi tidak bertahan lama . Sehingga kami terpaksa menanam pohon pisang di lokasi ini, karena memang air selalu tergenang dan lubang jalan semakin dalam," lanjut Nona.
Disisi lain Nanda (32) mengatakan faktor utama yang menyebabkan jalan selalu rusak karena tidak adanya saluran pembuangan air. Sehingga diharapkan kondisi tersebut dapat segera diatasi.
"Kami minta pejabat yang berkepentingan agar langsung memperbaiki jalan ini. Karena arus lalu lintas ini sangat padat," ucap Nanda.
Sementara itu, salah seorang pengendara Hendra (40) mengaku kondisi jalan yang berlobang membuat dirinya khawatir. Sebab ketika saat hujan, lubang-lubang di jalan tidak terlihat karena tertutup genangan air, bahkan lebih bahaya saat malam hari karena minimnya penerangan.
"Jadi jika tidak segera diperbaiki dikhawatirkan dapat menyebabkan hal yang tidak ingin dapat terjadi, yaitu lakalantas. Sebab tidak jarang padatnya arus lalu lintas," tutupnya.
Penulis : Muldianto
Editor : Andrini Ratna Dilla