Alankanews.com,Provinsi Bengkulu--Dalam upaya menahan laju deforestasi, Provinsi Bengkulu menunjukkan capaian positif dengan keberhasilan menekan kehilangan kawasan hutan hingga 86 persen dalam satu tahun terakhir. Hal ini diungkapkan oleh Rudi Syaf, Manajer Program Komunikasi dan Informasi KKI Warsi, dalam sebuah diskusi yang digelar di Bengkulu, Rabu (25/12/2024).
Menurut Rudi, pihaknya secara aktif memantau perubahan tutupan hutan di Provinsi Bengkulu melalui citra satelit. Pendekatan ini dilakukan untuk memastikan langkah-langkah pencegahan deforestasi berjalan efektif.
“Kami terus melakukan pengamatan dengan memanfaatkan teknologi citra satelit. Hasilnya, ada penurunan signifikan dalam angka kehilangan kawasan hutan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ini adalah buah kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga terkait,” ujar Rudi.
Ia juga menyoroti pentingnya keterlibatan masyarakat dalam upaya ini.
“Pemberdayaan masyarakat sekitar hutan sangat penting. Mereka perlu dilibatkan dalam menjaga kelestarian hutan, baik melalui edukasi maupun insentif ekonomi yang berkelanjutan,” tambahnya.
Meski demikian, Rudi mengingatkan bahwa capaian ini belum menjadi alasan untuk berpuas diri. Masih banyak tantangan yang harus dihadapi, seperti aktivitas penebangan liar dan alih fungsi lahan yang terus mengancam keberlanjutan kawasan hutan di Bengkulu.
“Keberhasilan ini adalah langkah awal. Kita harus terus berkomitmen menjaga hutan demi keberlanjutan lingkungan dan generasi mendatang,” tutupnya.
Langkah-langkah konkret, seperti patroli hutan berbasis komunitas dan program penghijauan, terus digalakkan oleh berbagai pihak. Pemerintah daerah juga diharapkan dapat meningkatkan pengawasan serta memperkuat regulasi terkait pengelolaan hutan.
Dengan berbagai upaya yang telah dilakukan, diharapkan Bengkulu dapat menjadi contoh dalam menjaga kelestarian hutan di tengah tantangan pembangunan yang terus meningkat.
Penulis : Aisyah Aprielia Lupti
Editor : Andrini Ratna Dilla