Waspadai Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang Kembali Merebak di Bengkulu

Peternak Diminta Waspadai Serangan PMK, di Bengkulu, Rabu (29/01/2025).Foto:Aisyah/Alankanews.com

Alankanews.com,Kota Bengkulu--Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak kembali merebak di beberapa daerah, termasuk di Provinsi Bengkulu. Penyakit ini menyerang hewan berkuku belah/genap seperti sapi, kerbau, babi, kambing, domba, serta hewan liar seperti gajah dan rusa. PMK memiliki potensi penularan yang sangat cepat, terutama pada ternak dalam satu kawanan, sehingga peternak perlu lebih waspada, Rabu (29/01/2025).

Gejala PMK yang perlu diperhatikan oleh peternak antara lain adalah munculnya lepuh berisi cairan atau luka pada lidah, gusi, hidung, dan kuku hewan yang terinfeksi. Selain itu, hewan yang terjangkit PMK cenderung pincang atau tidak mampu berjalan, mengeluarkan air liur berlebihan, serta kehilangan nafsu makan.

Menurut sosialisasi dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI, virus PMK dapat dikeluarkan melalui cairan vesikel, air liur, susu, urine, dan kotoran hewan. Virus ini bisa ditularkan 1-2 hari sebelum gejala muncul, sehingga penting bagi peternak untuk cepat mendeteksi dan menangani penyakit ini.

Ada tiga cara utama penularan PMK: pertama, kontak langsung antara hewan yang terinfeksi dengan hewan rentan. Kedua, kontak tidak langsung melalui manusia, alat, dan sarana transportasi yang terkontaminasi dari peternakan yang terdampak wabah. Ketiga, penyebaran melalui udara, terutama pada babi, yang dapat menyebabkan virus terbang di udara hingga radius 10 kilometer.

Meskipun PMK pada hewan tidak membahayakan kesehatan manusia dan tidak menular ke manusia, daging dan susu tetap aman dikonsumsi selama dimasak dengan benar. Namun, pencegahan sangat penting untuk menghindari penyebaran lebih lanjut. Upaya yang dilakukan termasuk pengawasan lalu lintas hewan, pelarangan pemasukan ternak dari daerah yang tertular, pemantauan pemotongan hewan di rumah potong hewan (RPH), serta sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya pencegahan PMK.

Peternak diharapkan tetap waspada dan mengikuti prosedur pencegahan agar sektor peternakan tetap aman dan ternak tetap sehat.

Penulis : Aisyah Aprielia Lupti

Editor : Andrini Ratna Dilla