Sejarah Bunga Rafflesia Arnoldi

Bunga Rafflesia Arnoldi, di Kota Bengkulu, Selasa (21/01/2025).Foto:Aisyah/Alankanews.com

Alankanews.com,Kota Bengkulu--Bunga Rafflesia arnoldi, yang dikenal sebagai bunga terbesar di dunia, memiliki sejarah yang menarik dan penting dalam dunia botani. Bunga ini pertama kali ditemukan pada tahun 1818 oleh seorang ilmuwan asal Inggris, Dr. Joseph Arnold, bersama dengan ahli botani asal Belanda, Sir Stamford Raffles, yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Jenderal di Hindia Belanda (sekarang Indonesia). Oleh karena itu, bunga ini dinamai "Rafflesia arnoldi" sebagai penghormatan kepada keduanya, Selasa (21/01/2025).

Rafflesia arnoldi ditemukan di hutan-hutan tropis di pulau Sumatra, Indonesia, tepatnya di kawasan yang kini menjadi Taman Nasional Bukit Barisan Selatan. Bunga ini menarik perhatian banyak orang karena ukurannya yang sangat besar, dengan diameter bunga yang dapat mencapai lebih dari 1 meter dan berat hingga 10 kilogram. Selain ukurannya, bunga ini juga terkenal dengan bau busuk yang dikeluarkan, yang mirip dengan bau bangkai atau daging busuk, sehingga sering disebut sebagai "bunga bangkai."

Namun, meskipun Rafflesia arnoldi memiliki penampilan yang mencolok dan menarik, bunga ini tergolong langka dan terancam punah. Proses pertumbuhannya sangat unik, karena bunga ini tidak memiliki batang, daun, atau akar seperti tanaman biasa. Sebagai gantinya, Rafflesia tumbuh di dalam jaringan tanaman inang tertentu, seperti tanaman parasit Tetrastigma, yang menyediakan nutrisi bagi bunga tersebut. Setelah mekar, bunga Rafflesia hanya bertahan hidup selama beberapa hari sebelum akhirnya layu dan mati.

Rafflesia arnoldi telah menjadi simbol keanekaragaman hayati Indonesia, meskipun keberadaannya sangat rentan terhadap kerusakan habitat akibat deforestasi dan perburuan ilegal. Oleh karena itu, upaya konservasi sangat penting untuk melindungi spesies ini dan memastikan kelestariannya di alam liar.

Penulis : Aisyah Aprielia Lupti

Editor : Andrini Ratna Dilla