Beronang, Keranjang Tradisional yang Kini Jadi Koleksi Museum Negeri Bengkulu

Beronang, Keranjang Tradisional yang Kini Jadi Koleksi Museum Negeri Bengkulu.

Alankanews.com -- Beronang, keranjang tradisional yang dulu kerap dipikul masyarakat pedesaan untuk mengangkut hasil panen maupun perlengkapan sehari-hari di ladang, kini hadir di Museum Negeri Bengkulu sebagai upaya melestarikan anyaman lokal.

Tak sekadar berfungsi sebagai wadah, beronang juga merepresentasikan kreativitas dan kearifan lokal masyarakat. Kehadirannya dalam kehidupan sehari-hari mencerminkan eratnya hubungan antara manusia, alam, dan tradisi budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

Staf bimbingan Museum Negeri Bengkulu, Rika, menjelaskan bahwa setiap koleksi beronang terlebih dahulu melalui proses seleksi ketat. Tim koleksi mencari informasi detail mengenai asal daerah, bahan baku, hingga teknik pembuatannya sebelum dipamerkan ke publik.

“Biasanya disaring dulu oleh tim koleksi. Dicari informasi dari daerah mana, bahannya apa, dan bagaimana cara pembuatannya,” ujar Rika.

Kehadiran beronang di museum ini menjadi bukti nyata upaya pelestarian warisan budaya lokal. Pengunjung dapat menyaksikan secara langsung nilai tradisi yang melekat dalam keranjang sederhana, namun sarat makna bagi masyarakat pedesaan.

 

Reporter Cyntia P

Editor : Gita KMS