BMPM Bengkulu Lakukan Pelepasan Program Kampus Mengajar

BPMP Provinsi Bengkulu lakukan pelepasan dan pendampingan perserta program intervensi pemulihan dan pendamping transformasi pembelajaran, Senin (19/02)/(Foto:Annisa)

Alankanews.com,Bengkulu—Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Bengkulu lakukan pelepasan dan pendampingan perserta program intervensi pemulihan dan pendamping transformasi pembelajaran melalui program kampus mengajar angkatan 7 Se-Provinsi Bengkulu tahun 2024 di Aula Soekarno BPMP Provinsi Bengkulu, Senin (19/02).

Kepala BPMP Provinsi Benglulu, Widyati Rosita menjelaskan ada sebanyak 262 mahasiswa dari 6 perguruan tinggi di Provinsi Bengkulu yang dilepas di 57 Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Se-Kabupaten/Kota.

"Untuk tahun 2024 program kampus mengajar ini melibatkan 262 mahasiswa yang ditempatkan di 57 sekolah SD dan SMP di se-kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu dan ada 30 orang dosen pembimbing yang terlibat dalam kampus mengajar ini dari 6 perguruan tinggi di Provinsi Bengkulu" ujar Widyati saat diwawancari.

Ditambahkan Widyati, mahasiswa yang tergabung dalam kampus mengajar tersebut akan bertugas selama 4 bulan dan langsung disekolah.

"Mereka bertugas selama 4 bulan dan setiap hari harus stanby di sekolah," ucapnya.

Kampus mengajar ini sudah tahun ke tiga di Bengkulu, yang mana tahun pertama di tahun 2021, dilanjut ditahun 2022 dan tahun 2023.

Widyati mengatakan ada perbedaan dari tahun 2023 sama tahun 2024 yaitu tahun 2023 sekolah ditentukan oleh pihak kampus mengajar tetapi di tahun 2024 ini mahasiwa yang ikut program kampus mengajar yang menentukan sekolah mereka tugas karena mereka yang mengetahui kondisi sekolah tersebut.

"Kami BPMP dengan Dikbud setempat melakukan zoom dan diskusi sama pihak kampus mengajar, kami minta mereka (mahasiwa) yang memilih karena mereka yang tau persisi kondisi sekolah dan keterjangkauan mereka ke sekolah, karena pengalaman di tahun 2023 ketika pihak kampus mengajar yang memilih ternyata ada sekolah yang jauh sekali dan mahasiswa kesulitan menjakau ke sana," jelasnya.

Dilanjutnya, mahasiswa yang mengikuti program kampus mengajar tersebut sebelum berangkat sudah mendapatkan Bimbingan teknis (Bimtek) dari kampus mengajar selama 7 bulan dan mendapatkan berbagai materi dan pembelajaran serta leadership.

"Mereka sebelum berangkat sudah mendapat Bimtek dari kampus mengajar selama kurang lebih 7 bulan dari beberapa materi, leadership, dan pemebajaran yang sudah mereka dapatkan, jadi mereka mendapingi satuan pendidikan itu khusus, memastikan bahwa mereka bisa memberikan tambahan informasi kepada guru-guru tempat mereka ditempatkan bagaimana meningkatkan literasi dan moral dari kesatuan pendidikan," tutupnya.

 

Penulis : Annisa Putri Khafifa

Editor : Beta Kurnia