Kenali 8 Ciri Anjing Terkena Rabies untuk Menghindari Risiko Penularan

Anjing yang terkena rabies, Sabtu (8/3/2025). Foto : Aisyah / Alankanews.com

Alankanews.com,Bengkulu--Rabies adalah penyakit berbahaya yang dapat menular ke manusia melalui gigitan atau cakaran hewan yang terinfeksi virus rabies. Hewan yang paling berisiko terinfeksi rabies adalah hewan liar atau hewan peliharaan yang tidak mendapatkan vaksinasi rabies. Oleh karena itu, penting bagi pemilik anjing untuk memberi vaksin rabies secara rutin untuk mencegah penularan virus ini.

Namun, meskipun sudah melakukan vaksinasi, penting juga untuk mengenali ciri-ciri anjing yang terkena rabies, agar kamu bisa segera mengambil langkah pencegahan dan melindungi diri serta orang sekitar. Berikut adalah 8 ciri-ciri anjing rabies yang perlu kamu waspadai:

1. Lebih Agresif

Anjing yang terkena rabies sering kali menjadi lebih agresif. Virus rabies menyerang otak, membuat anjing sulit mengendalikan perilakunya, bahkan terhadap orang yang dikenalnya. Anjing yang sebelumnya ramah dan tenang bisa berubah menjadi galak dan buas, baik kepada orang maupun hewan lainnya.

2. Tampak Gelisah atau Ketakutan

Perubahan perilaku adalah salah satu tanda yang paling umum. Anjing yang terinfeksi rabies bisa tampak gelisah, ketakutan, atau justru menjadi lebih diam dan tidak bersemangat. Kecemasan dan perubahan perilaku ini terjadi karena gangguan pada sistem saraf yang dipengaruhi oleh virus rabies.

3. Susah Berjalan

Kerusakan saraf dan otak akibat rabies dapat menyebabkan anjing kesulitan untuk berjalan. Otot-otot tubuhnya bisa menjadi kaku, menyebabkan kesakitan saat bergerak atau berjalan. Jika anjingmu menunjukkan tanda-tanda kesulitan bergerak, segera periksakan ke dokter hewan.

4. Air Liur Berlebih

Anjing yang terkena rabies sering kali mengeluarkan air liur yang berlebihan, meski tidak sedang lapar. Hal ini terjadi karena virus rabies menyebabkan kelumpuhan pada rahang dan tenggorokan, yang membuat anjing kesulitan menelan air liur. Beberapa anjing bahkan bisa mengeluarkan air liur berbusa.

5. Demam

Demam pada anjing dapat menjadi tanda bahwa tubuhnya sedang melawan infeksi virus rabies. Jika anjingmu tiba-tiba mengalami demam disertai gejala lain seperti gelisah atau kejang, segera bawa ke dokter hewan untuk penanganan lebih lanjut.

6. Kejang

Rabies dapat menyebabkan kejang pada anjing. Pada beberapa kasus, kejang ini bahkan bisa disertai pingsan atau koma. Kejang merupakan gejala serius yang menunjukkan bahwa rabies sudah memengaruhi sistem saraf pusat anjing.

7. Susah Makan dan Minum

Rabies dapat menyebabkan kelumpuhan pada rahang dan tenggorokan, sehingga anjing kesulitan untuk makan atau minum. Selain itu, anjing yang terinfeksi rabies bisa muntah secara terus-menerus. Jika anjingmu menunjukkan gejala ini, segera periksakan kondisinya ke dokter hewan.

8. Sensitif terhadap Cahaya dan Suara

Anjing yang terinfeksi rabies bisa menjadi sangat sensitif terhadap cahaya terang dan suara keras. Rangsangan ini dapat membuatnya lebih gelisah atau bahkan agresif. Anjing yang terkena rabies mungkin akan menyerang orang atau hewan yang berada di sekitarnya jika terganggu oleh cahaya atau suara.

Langkah Pencegahan dan Tindakan

Jika anjingmu menunjukkan beberapa atau seluruh gejala tersebut, segera bawa ke dokter hewan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Selain itu, pastikan untuk selalu memberikan vaksin rabies secara rutin pada anjing peliharaanmu untuk melindunginya dari penyakit ini. Vaksinasi rabies sangat penting untuk mencegah penularan penyakit berbahaya ini, baik pada anjing maupun manusia.

Dengan mengenali ciri-ciri anjing rabies, kamu bisa mengambil tindakan lebih cepat dan mencegah penularan ke diri sendiri dan orang sekitar. Jangan lengah, perhatikan kesehatan anjingmu, dan pastikan ia selalu mendapatkan perawatan yang tepat!

 

 

Penulis : Aisyah Aprielia Lupti

Editor : Andrini Ratna Dilla